MENGENAL KONSEP MANAGEMENT BASIS DATA PADA GIS
Haii sobat blogger mania...
berjumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan menerangkan tentang salah satu konsep management basisdata di GIS. banyak macam didalam konsep untuk management basisdata di GIS untuk mengolah data didalam sistem tersebut namun untuk postingan saya akan membahas tentang konsep management basisdata yang relational dan hybird
MODEL BASIS DATA RELASIONAL
Model data relasional atau dalam bahasa inggris disebut relational database management system (RDBMS) adalah adalah suatu model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi, yang terdiri atas baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data.
Pengertian
Model ini menunjukkan cara mengelola/mengorganisasikan data secara fisik dalam memory sekunder, yang akan berdampak pula pada bagaimana kita mengelompokkan data dan membentuk keseluruhan data yang terkait dalam sistem yang kita buat.
Pada model relasional, basis data akan disebar ke dalam berbagai tabel 2 dimensi. Setiap tabel selalu terdiri atas lajur mendatar yang disebut dengan baris data (row/record) dan lajur vertikal biasa disebut dengan kolom (column/field). Disetiap pertemuan baris data dan kolom itulah, item-item data (satuan data terkecil) ditempatkan.
Pada model relasional, tidak ada data yang kembar. Ini dikarenakan adanya kunci primer (Primary Key) . Kunci primer adalah satu item yang dipilih dalam suatu kolom yang unik dan tidak sama yang berfungsi untuk membedakan antara satu kolom dengan kolom lainnya.
Istilah-Istilah dalam Model Relasional
- Relasi
- Atribut
- Tupel
- Domain
- Derajat
- Kardinalitas
- Super Key
- Candidate Key
- Primary Key
- Alternate Key
- NULL
- Entity Integrity
- Referential Integrity
- model data rasional lebih luas dibandingkan yang lain .nilai data dalam tabel tidak ada pembatasan dalam berbagai proses pencarian data . hal ini tidak terdapat pada model data herarkhi dan jaringan dimana manipulasi data dibatasi oleh bagaimana struktur data dibuat.
- Model data relasional mempunyai latar belakang teori matematik. Hal ini akan memudahkan dalam pembentukan hubungan matematis sebagai dasar dalam prosedur pemrosesan data disamping pemrograman komputer . sebab bagaimanapun juga dalam pelaksanaan sistem harus dilakukan dalam bahasa program tertentu .
- Pengorganisasian model relasional sangat sederhana , sehingga mudah dipahami .
- Basis data yang sama biasanya dapat disajikan lebih sedikit terjadi data rangkap (Redun-dansy data) dengan menggunakan model relasional dibandingkan dengan model data herarkhi dan jaringan.
- Lebih sulit dalam implementasinya terutama untuk data dalam jumlah besar dan tingkat kompleksitasnya tinggi.
- Proses pencarian informasinya lebih lambat. Hal ini disebabkan beberapa tabel tidak dihubungkan secara fisik (seperti pada model hirarkhi atau jaringan).dalam manipulasi data menggunakan beberapa tabel akan memerlukan waktu yang lama , karena tabel-tabel haus dihubungkan terlebih dahulu.
- Menempatkan data spasial pada table tersendiri.
- Menempatkan atribut data spasial pada table yang berbeda pula.
- Primary key pada data spasial merupakan foreign key pada atribut spasial (relasi)
berdasarkan definisi matematika, adalah sebuah himpunan bagian dari perkalian kartesian dari sekumpulan domain. Dalam model relasional, relasi dapat direpresentasikan dengan tabel.
adalah kepala/header dari setiap kolom yang ada dalam tabel relasi. Berdasarkan contoh tabel MHS sebelumnya, atribut yang ada adalah NPM, Nama, dan Alamat.
adalah sebuah baris dalam tabel relasi.
adalah sekumpulan nilai yang valid untuk setiap atribut yang ada dalam tabel relasi. Berdasarkan contoh tabel NILAI sebelumnya, domain dari atribut FINAL adalah angka 0 sampai 100.
adalah jumlah atribut yang ada dalam tabel relasi.
adalah jumlah tupel yang ada dalam tabel relasi.
Relational Keys
adalah sebuah atau sekumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tupel dalam tabel relasi.
adalah super key yang himpunan bagian yang sebenarnya tidak ada yang menjadi super key juga.
adalah candidate key yang dipilih sebagai pengidentifikasi unik untuk sebuah tabel relasi.
adalah candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key.
Relational Integrity Rules
adalah nilai sebuah atribut yang tidak diketahui atau tidak ada pada sebuah tupel dalam tabel relasi. Misalnya seorang mahasiswa tidak diketahui alamatnya sehingga pada tupel yang mengidentifikasi mahasiswa tersebut nilai dari atribut alamat diisi dengan NULL.
adalah sebuah peraturan integritas yang menyatakan bahwa setiap tabel relasi harus mempunyai sebuah primary key, dan atribut/sekumpulan atribut yang dipilih sebagai primary key harus mempunyai nilai dan nilai tersebut harus unik dan tidak NULL.
adalah sebuah peraturan integritas yang menyatakan bahwa setiap atribut sebuah tabel relasi yang menunjuk ke tabel relasi lainnya harus merupakan hubungan yang valid. Berdasarkan contoh tabel MKUL dan NILAI sebelumnya, nilai atribut KDMK pada tabel NILAI harus merupakan data yang ada dan valid pada tabel MKUL yang ditunjuknya.
Keuntungan & kelemahan model data reasional
Keuntungan lain menggunakan model data relasional dibandingkan dengan model data herarkhi dan jaringan adalah:
Sedangkan kelemahannya adalah :
MODEL BASIS DATA HYBRID
Langkah awal pada pendekatan model basis data hybrid adalah pemahaman adanya dugaan atau pendapat bahwa mekanisme untuk penyimpanan data yang optimal untuk informasi lokasi (data spasial) hanya di satu sisi saja, akan menyebabkan tidak optimalnya penyimpanan bagi informasi non-spasial di sisi yang lain. Maka berdasarkan pemahaman ini, data kartografis digital disimpan dalam sekumpulan file dengan sistem operasi direct acsess untuk meningkatkan kecepatan proses input-output, untuk data atributnya akan disimpan di dalam RDBMS. Oleh karena itu perangkat lunak SIG akan bertugas sebagai pengelola hubungan antara data spasial dan tabel-tabel atributnya yang berformat DBMS ini selama operasi-operasi pemrosesan atau analisis data peta berlangsung. Sementara digunakan beberapa pendekatan yang berbeda untuk penyimpanan data kartografi, mekanisme untuk menghubungkan dengan basis datanya tetap sama secara esensial, berdasarkan nomor pengenal (ID) yang unik yang disimpan di dalam sebuah tabel atribut basis data yang memungkinkannya tetap terkait dengan elemen-elemen peta yang bersangkutan.
Model basis data hybrid memiliki ciri-ciri umum yaitu :
Referensi :
slide [perkuliahan SIDS
https://aliseptiansyah.wordpress.com/2016/05/06/konsep-manajemen-basis-data-dalam-sig/

Komentar
Posting Komentar