mengenal line dan polygon di GIS
Salah satu bentuk data dalam GIS adalah berupa data vektor, dan data vector ini terbentuk dari tiga jenis geometri yakni titik (point), garis (line), dan area (polygon). Salah satu contoh implementasi data vector adalah dalam penggambaran permukaan dunia nyata menjadi yang terbetuk dari ketiga geometri tersebut antara lain landmark dan fasilitas sebagai titik, jalan dan sungai sebagai garis, dan daerah administrasi tertentu sebagai area. Dalam artikel kali ini penulis akan mengulas lebih dalam mengenai Point Line dan Polygon dalam GIS.
- Titik (point)meliputi semua objek grafis atau geografis dan pada umumnya selalu dikaitkan dengan penggunaan koordinat sumbu X dan Y. Satu buah objek titik memiliki satu baris dalam tabel atribut. Dan penggambaran karakteristik dari titik – titik yang terbentuk akan dijelaskan oleh kolom-kolom yang ada dalam tabel atribut. Beberapa bentuk implementasi titik dalam penggambaran dunia nyata adalah sebagai pembatas kota, pelabuhan, bandara, rumah sakit, sekolah, dan sebagainya. Namun perlu dipahami juga skala peta yang lebih besar, kota dan bandara bisa saja direpresentasikan sebagai area/luasan (polygon), oleh karena itu hal ini tidaklah mutlak sepenuhnya.
- Garis (line) merupakan bentuk geometri yang dibangun dengan menggunakan segmen-segmen lurus dan terbentuk oleh dua titik koordinat atau lebih. Salah satu bentuk pengembangan lebih lanjut juga mengenai titik yang menjadi suatu koordinat. Ada istilah line atau garis tunggal yang terbentuk dari titik awal dan titik akhir saja , sedangkan jika garis memiliki segmen banyak yang terbentuk dari banyak titik (vertex) maka akan disebut Dalam bidang GIS, penggunaan line maupun polyline dianggap memiliki artian yang sama. Dalam penggambaran dunia nyata beberapa objek yang sering direpresentasikan sebagai polyline antara lain jalan, sungai, jaringan air bersih, jaringan listrik, jaringan telepon, dan masih banyak lagi.
- Area (polygon)dapat digambarkan sebagai suatu objek tertutup yang memiliki luasan. perlu diketahui bahwa kebanyakan peta tematik dalam GIS selalu menggunakan bentuk geometri polygon, metode-metode representasi dan pemanipulasian entity ini juga sangat sering mendapat perhatian. Sama halnya dengan titik dan polyline, satu objek poligon juga diwakili oleh satu baris pada tabel atribut. Poligon pada umumnya digunakan untuk menggambarkan objek dunia nyata yang memiliki luasan seperti wilayah administrasi, danau, guna lahan, jenis tanah, dan lain – lain.

Komentar
Posting Komentar